Ming. Jul 5th, 2020

LintasAceh.com

Portal Berita Rakyat Aceh

Komisi V
Pemerintah Aceh Harus Memperketat perbatasan dan semua pintu masuk ke Aceh.

2 min read

Banda Aceh, LintasAceh.com – | Pemerintah Aceh sejauh ini masih mengabaikan wilayah perbatasan Aceh dengan Sumatra Utara dalam hal penanganan Covid -19. Selain wilayah perbatasan Pemerintah Aceh juga masih kebobolan dalam menangani pelabuhan tikus yang ada di Aceh. Demikian diungkapkan oleh Ketua Komisi V DPR Aceh, Falevi Kirani.

“Wilayah perbatasan itu penting dijaga dan mobilitas orang sangat banyak diwilayah tersebut dengan macam kepentingan. Jadi pemerintah harus lebih sigap dalam menangani masalah. Kabupaten yang berbatasan langsung dengan Sumatra Utara seperti Aceh Tamiang, Aceh Tenggara, Subulusalam dan Aceh Singkil harus masuk wilayah prioritas dengan melibatkan berbagai stakeholder utk menjaga perbatasan aceh .

Baca Juga  Peringati 15 Tahun Tsunami, Aceh Bergerak Gelar Gala Premiere Film Ajarkan Aku Aceh

Kemudian pelabuhan tikus yang selama ini luput dari pantauan pemerintah juga harus segera diambil tindakan, karena dipelabuhan tersebut juga terjadi arus migrasi penduduk. Jangan warkop kita tutup, tetapi wilayah perbatasan dan pelabuhan tikus kita luput dari pantauan. Ungkap Falevi .

Falevi menambahkan, Pemerintah Aceh harus segera membentuk tim khusus untuk menindak siapa saja yang disinyalir berpotensi mengarah kepada Covid- 19. Dalam hal ini dibutuhkan tim dari lintas sektoral seperti TNI/Polri/BNPB/Tenaga Medis dan komponen lainya yang dianggab perlu.

Baca Juga  Kadinsos Nagan Raya Akan Panggil Kades, Terkait Penerima Bansos Double

“Gabungan tim dari semua unsur harus segera dibentuk supaya semua terpantau dengan sempurna sebelum adanya jatuh korban. Tidak mampu Plt. Gubernur memantau semua pelosok dan perkembangan dilapangan tanpa ada tim satgas yang solid”.

Falevi juga menghimbau masyarakat wajib mendukung kebijakan yang sudah diterapkan oleh pemerintah untuk melawan wabah Covid-19 yang sudah mulai merebak di Indonesia. Ungkap Falevi Kirani

“Ruang publik seperti warung kopi dan lokasi wisata untuk saat ini jika tidak terlalu penting sebaiknya di hindari dulu. Kebijakan ini bukan untuk melarang kebebasan masyarakat, tetapi untuk sama- sama menimalisir resiko dan penyebaran virus. Pengawasan sudah dapat diperketat, sebelum jatuhnya korban. Semua komponen harus dilibatkan, tetapi pemerintah juga harus memberi terhadap Jadup masyarakat yg tdk bisa lagi mencari nafkah krn semua aktivitas sudah di hendtikan. Tutup Fahlevi.

Baca Juga  Ditengah Pandemi Covid-19, PT. SOCFINDO Seunagan Bagikan Beras Ke Masyarakat

Banda Aceh, Abenk LintasAceh.com mengabarkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UPDATE COVID - 19 Di Aceh

Jaga Kebersihan & Kesehatan