Kam. Agu 13th, 2020

LintasAceh.com

Portal Berita Rakyat Aceh

Kadin Nagan Raya Angkat Bicara, Jangan Bungkam Pengusaha Aceh

2 min read

Kadin Nagan Raya Angkat Bicara, Jangan Bungkam Pengusaha Aceh

NAGAN RAYA, LintasAceh.com -| Terkait kisruh isu seorang Pengusaha Aceh berinisial Mr. M, diduga harus menjalani pemanggilan jajaran Polda Aceh terkait kasus dugaan pencucian uang.

Menanggapi hal tersebut, Kadin Kabupaten Nagan Raya. Fadlyandri menyebutkan pihak lain jangan menggoreng isu yang menyebabkan konflik sosial dan mendukung langkah yang diambil pengusaha dalam mengambil kredit di Bank.

“kita harus mendukung setiap langkah yang diambil pengusaha lokal, karena itu kepentingan untuk memajukan daerah dan khusus Aceh harus ada pengusaha-pengusaha sukses yang merupakan putra daerah,” ungkap Fadlyandri selaku Ketua Kadin Kabupaten Nagan Raya, senin (23/3/2020) di Sekretariat Kadin desa Ujong Patihah.

Baca Juga  Bupati di Dampingi Forkopimda Tinjau Harga Barang di Pasar Inpres

Fadly juga menyebutkan jangan membungkam pengusaha-pangusaha daerah yang ingin sukses, seharusnya memberi dukungan agar tumbuh pengusaha baru di Aceh.

“seperti contoh sekarang ini yang sedang menimpa pengusaha sukses Aceh (Makmur Budiman), terkait kredit di Bank Aceh yang digoreng oleh segelintir orang tidak bertanggungjawab. Seolah-olah itu permasalah, padahal menurut klarifikasi dari pihak Bank proses kredit tersebut sudah sesuai dengan prosedur dan mekanismenya,” tambah Fadly

Baca Juga  Camat Pulau Banyak Barat Pro aktiv Mengajak Kerjasama Semua Pihak Untuk Penanganan COVID-19

Ia juga mencurigai, hal tersebut berdampak semacam pembunuhan karakter terhadap pengusaha-pengusaha Aceh yang ingin bekerja sama dengan Pihak Bank.

“Mari kita dukung pengusaha Aceh, jangan menjegal. Aceh butuh banyak penguhasa sukses untuk kemajuan daerah, jangan suka sepak kaki orang (Bek galak sipak tumet gop),” ujur Fadly.

“bagi pengusaha yang mengambil kredit dari Bank itu kita menilai itu merupakan hal yang wajar, karena modal besar tetap melibatkan pihak Bank sebagai mitra pendanaan. Dan kerjasama tersebut prinsipnya sama-sama menguntungkan. Pengusaha untung, pihak Bank juga untung,” tutup Fadly. (*)

Baca Juga  Penanganan Covid-19, DPRK Pertanyakan Jumlah ANGGARAN Tak TERBATAS Itu NILAINYA BERAPA ?

Tinggalkan Balasan

UPDATE COVID - 19 Di Aceh

Jaga Kebersihan & Kesehatan