Mon. Apr 6th, 2020

LintasAceh.com

Portal Berita Rakyat Aceh

Komisi V DPRA : Kenaikan Harga Pokok Harus Diantisipasi Pemerintah Aceh

2 min read
Ketua Komisi V DPRD Aceh Fahlevi Kirani

Banda Aceh, LintasAceh.com – |Ketua Komisi V DPRD Provinsi Aceh, Fahlevi Kirani melihat bahwa Pemerintah Aceh belum siap untuk menghadapi kenaikan harga pangan dan kelangkaan pangan ditengah kebijakan tidak keluar rumah untuk melawan Covid-19 di Aceh. Kamis 26/3 2020. ( LA )

Hal ini diungkapkan Fahlevi berdasarkan pantaun lapangan di beberapa pusat belanja dan pasar tradisonal dibeberapa tempat di Aceh.

“Kesiapan Pemerintah Aceh dalam menghadapi Covid – 19 juga harus mencakup kesiapan lainya, seperti mengendalikan harga pangan dan kelangkaan pangan. Jika pemerintah tidak siap maka akan munculnya gejolak ekonomi ditengah masyarakat” ungkap Fahlevi.

Baca Juga  Diduga Karena Ditagih Hutang, Bupati Aceh Barat Memukul Tgk. Zahidin

Fahlevi menambahkan sebagai dampak langsung dari panic buying Covid -19 ini telah terjadi kelangkaan dan pelonjakan harga sembako di pasaran, misalnya gula yang sebelumnya di pasar hanya dijual Rp. 13.000/Kg per 24 maret mulai merangkak naik hingga mencapai harga Rp. 22.000- 25.000/Kg. Kemudian ditambah dengan sikap reaksinoner masyarakat dalam belanja kebutuhan pokok dengan memborong sembako karena khawatir bila tiba-tiba diberlakukan lock down di Aceh.

Baca Juga  BPIP Ajak Wujudkan Hidup Damai dan Sejahtera dengan Nilai-nilai Pancasila

“Pemerintah Aceh saya desak untuk segera membuat skema penangan kondisi dengan langkah-langkah kongkrit. Dalam hal ini saya menyarankan pemerintah juga menjalin kerjasama dengan sektor swasta yang selama ini menjadi distributor atau produsen pangan. Melibatkan mereka dalam menghadapi krisis ini akan membuat kondisi sosial stabil.” Ujar Fahlevi

Disamping itu pemerintah harus segera melaksanakan operasi pasar dan menindak dengan tegas pengusaha yang melakukan penimbunan dan mempermainkan harga sembako diatas harga pasar.

Baca Juga  Rumah Mantan DPRA, H. Zuriat Suparjo Di Meulaboh Dilalap Sijago Merah

“Negara dalam hal ini pemerintah harus segera hadir mengontrol gerak ekonomi Aceh. Pembelian sembako oleh masyarakat juga harus dikontrol ketat. Dinas Perdagangan harus segera membuka posko pengaduan atau call center untuk menerima pengaduan masyarakat jika terdapat oknum atau tempat usaha yang melakukan penimbunan barang.Semua kita tau bahwa wabah Covid-19 telah melumpuhkan pereknomian, bahkan ramalan ekonomi akan adanya resesi global 2020”. Demikian tutup Fahlevi.

Dari Banda Aceh, Abenk Lintasaceh.com Mengabarkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

x