Sab. Jun 6th, 2020

LintasAceh.com

Portal Berita Rakyat Aceh

Ketua PDIP Aceh : Virus Corona Tidak Akan Sirna Dengan DiCabutnya Jam Malam, Mari Laksanakan Konsensus Dunia

3 min read
Ketua PDIP Aceh, Muslahuddin Daud (doc.LA)

Banda Aceh, lintas Aceh.com -| tokoh muda Aceh Muslahuddin Daud Mengajak Masyarakat tetap Waspada dan Mengikuti Konsensus Dunia, Karena Covid-19 tidak akan sirna dengan dicabutnya Jam Malam oleh Pemerintah Bersama FORKOMPIND Aceh. Senin, 6/4, 2020. (LA).

Seperti yang dapat kita pahami bersama, Reaksi publik Aceh sangat variatif ketika Forkopimda Aceh mencabut status jam malam. Namun, Ada sebagian menganggap pencabutan jam malam adalah berhentinya penularan wabah Covid-19, disisi lain perlu diketahui keputusan ini akan berdampak kepada besarnya peluang terpaparnya virus mematikan ini. (R/LA).

Ketua PDI Perjuangan Aceh Muslahuddin Daud mengungkap Opini yang bernilai edukasi kepada Masyarakat Aceh. bang melalui Media bang Mus mengedukasikan beberapa hal,

Terlepas dari berbagai kontraversi, kita sekarang sedang dihadapkan pada kenyataan bahwa hampir seluruh dunia menghadapi pandemi ini dengan berbagai strategi dan taktiknya. Namun faktanya sampai dengan tulisan ini dibuat jam 16.30 WIB seluruh dunia jumlah kasus positif mencapai 1.204,246 dengan kematian 64,806, dimana Indonesia sendiri jumlah kasus positif mencapai 2,273 dengan kematian 198 orang.

Baca Juga  Kepolisian Resor Nagan Raya Memperingati HUT Satpam yang ke 39

Bang Mus kepada Lintas Aceh.com juga menjelas berbagai Uraian yang menjadi prinsip Konsensus bagi Masyarakat Aceh, di mana hal itu sebagai Pedoman Bersama dengan Apa yang terjadi di Masyarakat dunia Hari ini ,

Pemberitaan tentang bagaimana negara-negara didunia menangani wabah ini dengan mudah kita peroleh bahkan hampir tiap menit masuk dalam media sosial kita masing-masing. Bagi saya, dari cara-cara berbeda yang dilakukan disana pasti ada konsensus yang berlaku secara generik seluruh dunia. Adapun uraian nya sbb :

  • Pertama, dibutuhkan kesadaran kolektif oleh seluruh masyarakat bahwa virus dapat ditularkan dari orang ke orang, maknanya memutuskan mata rantai penyakit ini hanya dapat dilakukan apabila yang positif terjangkit tidak menyebarkan kepada yang lain.
  • Kedua, seluruh dunia sangat menyadari sosial distancing dan physical distancing adalah metode umum yang diterapkan seluruh dunia, disinilah yang harus menjadi titik perhatian kita semua lakukanlah semua aktivitas kita seperti biasa asal menjalankan prinsip di atas, menerapkan kewaspadaan yang tinggi karena Indonesia tidak menerapkan lockdown.
  • Ketiga, virus Corona telah memaksa masyarakat dunia untuk merobah pola hidup secara signifikan, mencuci tangan, memakai masker dan mengkonsumsi makanan yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Masyarakat dengan tingkat kesadaran tinggi dan disiplin menerapkan pola hidup seperti ini tentu akan mengurangi proses penyebaran secara signifinat.
  • Keempat, seluruh dunia kini menyadari bahwa sekarang bukan saatnya bepergian ke wilayah lain terutama wilayah wabah dan sebaliknya mereka yang berada di wilayah wabah tidak bepergian ke wilayah lain.

“Inilah paling kurang empat konsesus dunia yang terjadi hari ini, karena kita di Aceh bagian dari penduduk dunia, terapkanlah keempat prinsip tersebut agar kita menjadi bagian dari penduduk dunia yang ikut andil dalam mengurangi penyebaran virus ini”. Urai Nya.

Baca Juga  Kapolres Nagan Raya paparkan ANEV Tahunan dalam Konferensipers 2019.

Kita harus menyadari bahwa Pencabutan jam malam di Aceh, bukan berarti telah mengeliminir kesadaran kolektif dunia dalam menghadapi wabah ini. Kewaspadaan tinggi diperlukan dengan memperdalam pengetahuan tentang virus ini agar kita tidak salah mengartikan makna sebuah kebijakan yang justru membahayakan diri kita dan masyarakat dunia. Tutup bang Mus Tokoh jenius Aceh, yang pernah Menjadi Konsultan Bank dunia. ( R/LA ).

Baca Juga  So sweet, Pasutri Yang Bertugas Di Polres Nagan raya Naik Pangkat Bersama

Banda Aceh, Lintas Aceh.com Mengabarkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UPDATE COVID - 19 Di Aceh

Jaga Kebersihan & Kesehatan