Sab. Jul 4th, 2020

LintasAceh.com

Portal Berita Rakyat Aceh

Harga Sawit Nagan Raya Anjlok, PUJI HARTINI : DPRK Akan Surati Bupati

3 min read

Nagan Raya, LintasAceh.com – |DPRK Nagan Raya yang di pimpin oleh Wakil Ketua II Puji Hartini, S.T.,M.M bersama Ketua Komisi II Junid Aryanto dan Anggota DPRK Sigit Winarno melakukan audiensi dengan Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Aceh pada Kamis 25 Juni 2020. Jum at 26/6 2020. (LA)


Pertemuan tersebut di terima oleh Sekretaris Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Aceh Ir. Muazzin di dampingi Kabid Pengolahan dan Pemasaran Perkebunan Azanuddin Kurnia, S.P.,M.P dan Kasi Pemasaran Produksi Perkebunan Ir. Nurlaila, M.T.

Kedatangan anggota DPRK Nagan Raya ke Distanbun Provinsi Aceh menyikapi banyaknya aduan dari masyarakat petani sawit di Kabupaten Nagan Raya yang datang langsung ke gedung DPRK berkaitan anjlok nya harga sawit di Kabupaten Nagan Raya, padahal Penetapan harga Tandan Buah Segar (TBS) telah ditetapkan oleh Pemerintah Daerah Provinsi / Kabupaten kota setiap bulannya sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No. 1 tahun 2018, namun sampai saat ini hampir semua PMKS (Perusahaan Minyak Kelapa Sawit) Nagan Raya masih saja membeli TBS tersebut di bawah harga yang telah di tetapkan oleh Pemerintah Provinsi Aceh.

Puji Hartini yang sering di sapa buk titin dalam Audiensi tersebut menyampaikan bahwa Nagan Raya adalah daerah dimana sektor Pertanian dan Perkebunan merupakan penggerak utama ekonomi masyarakat khususnya bidang perkebunan sawit . Turunnya harga TBS secara drastis menurut Politisi Partai SIRA tersebut telah mengakibatkan kerugian besar di kalangan petani sawit dan keadaan ekonomi petani sawit semakin hari semakin melemah akibat dari keadaan tersebut.
“Setiap hari semua anggota DPRK Nagan Raya menerima laporan dari masyarakat para petani sawit tentang anjlok nya harga TBS yang membuat para petani sawit merasa terzalimi, mengingat harga yang di beli oleh PMKS di Nagan Raya di bawah harga yang sudah ditentukan oleh pemerintah Provinsi, ini masalah besar dan menjadi isu utama yang harus kami tindak lanjuti saat ini” tukas buk Titin.

Baca Juga  Yunia Shofiasti : Aceh Tengah Berpotensi Menjadi Sentral Budidaya Bunga Krisian

Di samping itu Junid Aryanto selaku ketua Komisi II DPRK Nagan Raya yang menangani bidang perkebunan juga menyampaikan bahwa tidak ada artinya selama ini Pemerintah Provinsi / kabupaten kota di Aceh menetapkan harga TBS jika kemudian tidak dipatuhi oleh PMKS khususnya di Nagan Raya, sedangkan perwakilan PMKS ini setiap bulan nya ikut serta dan terlibat dalam Penetapan Harga TBS di Provinsi “Ini kan tidak dapat di terima secara akal sehat, pemerintah provinsi Aceh beserta Perwakilan PMKS sendiri yang menetapkan harga, tapi mereka juga yang melanggar nya, ini ada apa, ini yang menjadi pertanyaan besar para petani di Nagan Raya” kata Pak Junid yang merupakan politisi Partai Aceh tersebut.

Baca Juga  PAKAR Minta Edi Obama Gugat Ke Pengadilan

Seperti diketahui luas kebun sawit masyarakat di Kabupaten Nagan Raya lebih kurang 65 ribu hektar. Dengan luas tersebut
jumlah hasil buah yang dihasilkan dari perkebunan sawit Rakyat sebesar: 10 ton/hektar/tahun. Sehingga anjlok nya harga sawit tersebut telah membuat petani sawit menjadi semakin terjepit di tambah dengan kondisi keadaan Pandemi Covid yang melanda dunia saat ini.

Sigit Winarno anggota DPRK Nagan Raya lainnya yang hadir dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa merasa heran terhadap anjlok nya harga TBS tersebut mengingat harga TBS pada PMKS kabupaten tetangga justru lebih tinggi dari PMKS di Nagan Raya. Politisi Partai Golkar tersebut mencontohkan bahwa di Kabupaten Aceh Barat dan Aceh Jaya harga nya bahkan berselisih sampai Rp 200/kg “Saya heran PMKS di Kabupaten Nagan Raya sepertinya begitu kompak membeli harga TBS yang boleh saya katakan ini termurah di Provinsi Aceh, dan ini tidak adil bagi masyarakat kami” kata Sigit

Baca Juga  Bupati Nagan Raya H. M. JAMIN IDHAM gelar konferensi pers terkait Tes Urine

Dalam tanggapan nya Sekretaris Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh Ir. Muazzin mewakili kepala dinas yang sedang dinas di luar daerah menyatakan akan segera memberi peringatan kepada PMKS di Kabupaten Nagan Raya yang masih membeli harga TBS di bawah penetapan harga Provinsi sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Seterusnya dinas pertanian dan perkebunan provinsi memohon kerja sama pihak DPRK dan pemerintah daerah agar dapat mendorong hidupnya kelompok kemitraan petani sawit di Kabupaten Nagan Raya, agar penerapan kebijakan dapat berjalan dengan efektif.

Di akhir pertemuan para anggota DPRK Nagan Raya menyampaikan siap menyurati Bupati Nagan Raya untuk mengundang Distanbun Provinsi Aceh agar khusus untuk Nagan Raya penetapan harga TBS dapat langsung dilakukan di Kabupaten Nagan Raya, sehingga Perwakilan DPRK Nagan Raya serta stakeholder kelompok tani juga dapat hadir sebagai peninjau dalam rapat tersebut nantinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UPDATE COVID - 19 Di Aceh

Jaga Kebersihan & Kesehatan