Sab. Sep 26th, 2020

LintasAceh.com

Portal Berita Rakyat Aceh

Nagan Raya, LintasAceh.com -| Sahutan puluhan suara domba garut terdengar di area peternakan Jawara Saweung Farm milik Tamarlan, warga di Desa Lueng Teungku Ben, Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten tersebut. Rabu, 5/8 2020. (LA)

Domba Garut yang dikenal punya bobot tubuh yang besar itu sukses berkembang di peternakannya, hal tersebut berawal dari Niatan Untuk qurban keluarga hingga menjadi usaha peternak.

Cerita sukses itu tentu tak diperoleh hanya dengan membalikkan telapak tangan, tetapi penuh tekad, perjuangan dan kerja keras.

Ternak Domba garut milik tamarlan pertama kali dimulai tahun 2012, dimana saat itu dia hanya memiliki 3 ekor domba garut betina hamil dibeli dari Jawa Barat.

Dengan penuh kasih sayang dan kesungguhan domba garutnya terus berkembang hingga tahun 2018 penambahan domba untuk pembibitan.

“Awalnya hanya hobi, saya suka melihat karakter domba garut ini, bobot tubuhnya pun besar, kalau dijawa domba ini sering dikonteskan untuk adu ketangkasan,”ujarnya.

Sebelumnya Tamarlan menternak domba garutnya itu hanya untuk dikurbankan kepada keluarga dan kerabat dekatnya namun seiring berjalannya waktu dan berkembang, kini dombanya mulai dipasarkan.

Baca Juga  Antisipasi virus corona, Polsek Pulau Banyak Bersama Camat Pulau Banyak Barat Berikan Penyuluhan Kepada Masyarakat

“Sebelum menjual, saya harus memenuhi nazar saya untuk kurban atas nama keluarga dekat dulu, dan setelah 6 tahun beternak pada awal tahun 2018 barulah saya menjualnya,”ujarnya saat ditemui tim Humas dan Protokol Setdakab Nagan Raya, Senin, 3 Agustus 2020.

Sebelum berkembang seperti saat ini, Tamarlan hanya memberikan pakan rumput liar yang banyak tumbuh disekeliling area peternakannya, namun dengan bertambahnya domba mengharuskannya menanam rumput sebagai pakan hewan ternaknya itu.

“Belajar dari kesalahan, tempo waktu saya cuma mengandalkan rumput liar disekeliling peternakan, ternyata rumput liar itu ada musimannya saat kemarau tidak ada rumput, jadi sekarang sudah menanam sendiri untuk pakan domba-domba saya ini,”katanya.

Hingga kini dikatakan Tamarlan ada 5 jenis rumput yang ditanam dilahan seluas 4 hektar miliknya, diantaranya rumput jenis Setaria, Mombaca, Odot, Brachiaria Humidicola (BH) dan Pachong.

Baca Juga  Bupati di Dampingi Forkopimda Tinjau Harga Barang di Pasar Inpres

Dikarenakan Tamarlan punya kesibukan selaku ASN dikabupaten setempat, dia mempekerjakan dua orang pekerja untuk mengurus domba-domba kesayangan miliknya namun tetap kontrol penuh ada ditangannya.

Tidak ikut pelatihan khusus, beternak domba garut dilakukannya secara otodidak hanya berbekal pengetahuan di internet dan pengalaman, sehingga kini domba miliknya terus berkembang besar dan sehat.

“Belajarnya otodidak dan pengalaman saja dari internet, dulu kalau domba sakit minta pertolongan sama dokter hewan tapi insyaAllah sekarang kalau ada yang sakitpun bisa saya tangani sendiri,” terangnya.

Dikatakanya tidak sulit berternak domba dan sejauh inipun penyakit domba yang ditanganinya kebanyakannya hanya penyakit kembung, hal itu dikarenakan pakan yang diberikan tidak teratur.

Penyakit-penyakit tersebut bisa diatasi olehnya dengan pemberian obat-obatan, bahkan dia juga memperlihatkan kotak obat khusus untuk domba-dombanya itu.

Hingga kini Tamarlan belum pernah mempromosikan penjualan dombanya namun permintaan sudah sangat tinggi, khususnya saat memasuki hari besar Idul Adha.

Baca Juga  Puji Hartini Minta Pemangku tanggung jawab Covid-19 Nagan Raya Lebih sigap Ditengah meningkatnya Pemudik

“Kita belum mempromosikan takutnya nanti jika permintaan tinggi, stoknya tidak mencukupi, seperti tahun ini pejantan yang kita siapkan untuk dikurbankan alhamdulillah habis terjual,”katanya.

Domba Garut yang siap untuk akikah dan kurban diperternakan jawara saweung farm dijual dengan harga Rp. 3.000.000 perekor dengan bobot rata-rata 30-40 Kg, penjualan dombanya pun dilakukan setahun sekali.

Sejauh ini Jawara Saweung Farm belum menyediakan pembibitan domba garut untuk dijual namun dia berpesan kepada masyarakat umumnya apabila ingin berternak agar memiliki perencanaan matang seperti lahan dan pakan yang cukup.

Untuk memotivasi masyarakat di Nagan Raya dia berharap kepada pemerintah agar senantiasa memberikan penyuluhan tentang dunia peternakan.

“Saya berharap dalam hal ini Dinas Pertanian dan Peternakan memberikan penyuluhan-penyuluhan mengenai peternakan, seperti penyuluhan ternak, penyuluhan pembuatan kandang yang baik agar ternak tidak dilepas liarkan, kemudian penyuluhan kesehatan ternak dan lainny,”demikian ujarnya. (BM / LA)

Tinggalkan Balasan

UPDATE COVID - 19 Di Aceh

Jaga Kebersihan & Kesehatan